PENELITI Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin (TD) menanggapi soal pemberian sanksi kepada pihaknya buntut kasus ancaman pembunuhan terhadap warga Muhammadiyah.
Thomas juga mengaku bahwa saat ini, ia telah menyiapkan permintaan maaf yang nantinya akan disampaikan kepada publik."Saya sudah menyiapkan pernyataan permohonan maaf, tetapi menunggu SK resmi dari BRIN dan petunjuk BRIN terkait pernyataan tertulis tersebut," sebutnya.
Diketahui, pelaku ujaran kebencian yang mengancam membunuh warga Muhammadiyah yang menjabat sebagai peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional diberi hukuman disiplin tingkat berat. Hukuman tingkat berat diberikan kepada Andi Pangerang Hasanuddin berupa pemberhentian sebagai PNS. "Peneliti BRIN harus menjadikan kasus seperti ini sebagai pembelajaran dan titik awal penting mengingat posisi BRIN sebagai institusi yang menaungi para periset di Tanah Air," kata Handoko, Sabtu .
日本 最新ニュース, 日本 見出し
Similar News:他のニュース ソースから収集した、これに似たニュース記事を読むこともできます。
Kepala BRIN Jatuhkan Sanksi Moral kepada Thomas Djamaluddin |Republika OnlineStatus Thomas di akun Facebook yang memicu APH ingin bunuh semua warga Muhammadiyah.
続きを読む »
Andi Pangerang Hasanuddin Dipecat BRIN, Ini Komentar Thomas Djamaluddin |Republika OnlineDihukum lebih ringan dibandingkan APH, Thomas Djamaluddin bisa memahami posisi BRIN.
続きを読む »
Sanksi AP Hasanuddin dan Thomas Djamaluddin, Pengamat: BRIN tak |em|Fair|/em| |Republika OnlineMenurut Trubus, Thomas sebagai pemantik APH ingin bunuh warga Muhammadiyah.
続きを読む »
Article headlineGELORA.CO - Kepala BRIN Laksana Tri Handoko menjatuhkan sanksi hukuman disiplin kepada eks Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin, buntut kasus p...
続きを読む »
BRIN Dukung Pembentukan Toko Aset untuk Industri Gim Nasional |Republika OnlineHadirnya toko aset gim dalam rangka pengembangan industri gim nasional.
続きを読む »