Ketum PBNU Larang Keras Kampanye Politik di Rumah Ibadah: Tolong, Ini Bahaya Sekali

日本 ニュース ニュース

Ketum PBNU Larang Keras Kampanye Politik di Rumah Ibadah: Tolong, Ini Bahaya Sekali
日本 最新ニュース,日本 見出し
  • 📰 KompasTV
  • ⏱ Reading Time:
  • 42 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 20%
  • Publisher: 63%

PBNU melarang keras kampanye politik di rumah ibadah, tegaskan soal bahaya politik identitas yang memecah belah

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama , Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya melarang keras adanya kampanye politik di rumah ibadah jelang Pemilu 2024 mendatang.

Menurut Gus Yahya, kampanye politik di rumah ibadah akan mempertebal politik identitas dan perpecahan antar umat. Maka dari itu, PBNU melarang keras semua pihak yang berkonstetasi di Pemilu 2024 agar tidak melakukan kampanye di rumah ibadah. Hal itu diungkapkan Gus Yahya usai berjumpa dengan Ketua Komisi Pemilihan Umum Hasyim Asy’ari di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu .Baca Juga:Sebab kata Gus Yahya, efek kampanye politik di rumah ibadah sangat merusak.Ia juga meminta KPU bertindak tegas soal kampanye politik di rumah ibadha iu agar kejadian serupa seperti pemilu sebelumnya tidak terjadi kelak di Pemilu 2024 mendatang.Kompas TV"Berbahaya sekali tolong jangan dilakukan.

KPU pada hari Selasa juga telah berjumpa dengan PP Muhammadiyah dan juga minta dukungan terkait penyelengaraan pemilu.

このニュースをすぐに読めるように要約しました。ニュースに興味がある場合は、ここで全文を読むことができます。 続きを読む:

KompasTV /  🏆 22. in İD

日本 最新ニュース, 日本 見出し

Similar News:他のニュース ソースから収集した、これに似たニュース記事を読むこともできます。

Ketum PBNU: Presiden Jokowi Berkenan Hadiri Harlah 1 Abad NUKetum PBNU: Presiden Jokowi Berkenan Hadiri Harlah 1 Abad NUPresiden Joko Widodo atau Jokowi menerima Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya di Istana Merdeka Jakarta, Senin (2/1/2023).
続きを読む »

Ketum PBNU soal Pemilu Proporsional Tertutup: Jangan Dilanggar Aturan yang Disepakati | merdeka.comKetum PBNU soal Pemilu Proporsional Tertutup: Jangan Dilanggar Aturan yang Disepakati | merdeka.comSoal mendukung atau tidak, PBNU menyerahkan urusan tersebut kepada partai politik dan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Selanjutnya, laksanakan aturan pemilu atas kesepakatan bersama.
続きを読む »

Beda dengan Muhammadiyah, Ketum PBNU Dukung Sistem Pemilu TerbukaBeda dengan Muhammadiyah, Ketum PBNU Dukung Sistem Pemilu TerbukaKetua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf mendukung sistem Pemilu 2024 digelar secara proporsional terbuka
続きを読む »

DPR Kritik Keras Perppu Cipta Kerja, Jokowi Disebut Tidak Menghormati MK - Pikiran-Rakyat.comDPR Kritik Keras Perppu Cipta Kerja, Jokowi Disebut Tidak Menghormati MK - Pikiran-Rakyat.comKeputusan Jokowi untuk menerbitkan Perppu Cipta Kerja dinilai tidak menghormati MK. Ini disebut anggota DPR.
続きを読む »

Dubai Akhiri Pajak Penjualan Alkohol dan Biaya Lisensi Minuman KerasDubai Akhiri Pajak Penjualan Alkohol dan Biaya Lisensi Minuman KerasDubai, pada Minggu (1/1), mengakhiri pajak 30 persen yang dikenakan pada penjualan alkohol di kawasan itu dan membuat lisensi minuman keras yang diperlukan kini bisa diperoleh secara bebas. Langkah tersebut mengakhiri sumber pendapatan lama bagi keluarga penguasa di negara tersebut dengan tujuan...
続きを読む »

PBNU Sambangi Istana untuk Undang Jokowi Hadiri Harlah Satu Abad NU - JawaPos.comPBNU Sambangi Istana untuk Undang Jokowi Hadiri Harlah Satu Abad NU - JawaPos.comPBNU Sambangi Istana untuk Undang Jokowi Hadiri Harlah Satu Abad NU
続きを読む »



Render Time: 2025-04-04 09:58:09