Adanya gelombang-gelombang varian baru sesudah Omicron ternyata tidak membuat adanya lonjakan baru di Indonesia
Sejak pandemi Covid-19 kali pertama ditetapkan pada 11 Maret 2020 lalu, Budi mengatakan bahwa Indonesia hanya pernah mengalami dua gelombang Covid-19 yang membuat negara ini harus mencatat kenaikan kasus yang cukup signifikan.“Indonesia hanya mengalami dua gelombang besar yang tinggi, yaitu gelombang Delta di Juni hingga Juli 2021 dan gelombang Omicron di Juni hingga Juli tahun ini,” ujar Budi.
Menurut dia, keputusan pemerintah untuk tidak menerapkan sistem lockdown ketika kasus Covid-19 tengah mengalami lonjakan ini justru membawa beberapa keuntungan bagi masyarakat Indonesia.
日本 最新ニュース, 日本 見出し
Similar News:他のニュース ソースから収集した、これに似たニュース記事を読むこともできます。
IDI Ungkap Alasan Indonesia Krisis Dokter SpesialisIkatan Dokter Indonesia (IDI) membeberkan alasan mengapa dokter spesialis di Indonesia hingga saat ini terbatas.
続きを読む »
Bappebti Gagal Wujudkan Bursa Kripto, Ini HambatannyaHingga saat ini, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) belum berhasil membangun bursa kripto di Indonesia.
続きを読む »
Video Percakapan Vonis Sambo Beredar, KY Pastikan Takkan Ganti Majelis HakimAlasan KY takkan mengganti majelis hakim kasus Sambo karena alasan independensi.
続きを読む »
Berawal dari Tugas Kuliah, Tiga Mahasiswa Ini Berhasil Raup Cuan dari Olahan Susu Kambing EtawaDi tangan tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP), resep rice bowl yang unik lahir.
続きを読む »
Jokowi Dinilai Berhasil Bangun Indonesia Secara MerataPresiden Joko Widodo (Jokowi) terus berkomitmen untuk mewujudkan pemerataan pembangunan bagi seluruh wilayah Indonesia tanpa terkecuali.
続きを読む »
Pupuk Indonesia Berhasil Produksi 18,8 Juta Ton Pupuk di 2022PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat total produksi sebesar 18.842.442 ton (unaudited) selama tahun 2022.
続きを読む »