Selama 3 tahun berturut-turut wanita asal Tiongkok ini menipu untuk mendapatkan gaji dari 16 perusahaan.
Liputan6.com, Jakarta Bekerja umumnya bisa bersifat penuh waktu, paruh waktu, atau kontrak, tergantung pada jenis pekerjaan, perjanjian kerja, dan preferensi individu. Yang paling penting, pekerjaan dilakukan dalam pertukaran gaji atau kompensasi yang diberikan oleh pengusaha kepada pekerja, sebagai imbalan akan kontribusinya.Akan tetapi akhir-akhir ini marak terjadi fenomena, di mana seseorang menerima gaji tanpa benar-benar menjalankan tugas atau pekerjaan.
Berikut ini kisah wanita yang bekerja dengan tujuan menipu yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa . 2 dari 3 halamanBekerja di 16 Perusahaan Secara BersamaanSeorang wanita Tiongkok, yang dikenal dengan nama samaran Guan Yue, telah didakwa melakukan penipuan setelah terungkap bahwa dia secara simultan bekerja di 16 perusahaan berbeda. Meskipun sebenarnya dia tidak pernah menjalankan tanggung jawab pekerjaan, di salah satu dari perusahaan-perusahaan tersebut.
Beberapa waktu kemudian, Guan Yue melakukan kesalahan dengan mengirimkan surat pengunduran diri ke perusahaan lain dan beberapa kelompok kerja online. Salah satunya adalah kelompok yang dimoderasi oleh Liu Jian, dan ini memicu kecurigaannya. Setelah penyelidikan singkat, Liu Jian menghubungi polisi dan mengungkapkan skema penipuan yang telah berlangsung selama tiga tahun, dan melibatkan jumlah uang lebih dari 50 juta yuan.