Penikmat kuliner di malam hari tidak ada salahnya jika mencoba serabi.
Kabupaten Sumedang, Beritasatu.com - Kedai Surabi Kunti di kawasan Rancamulya, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, cukup populer dan banyak diserbu pembeli tiap malamnya. Walau terkesan seram, bukan berarti penjual Surabi Kunti merupakan makhluk astral. Karena dijajakan malam hari, penjual menamakan kedainya Surabi Kunti.
Pedagang serabi, Cacih mengungkap Surabi Kunti sudah lama berdiri dan dikenal sejak puluhan tahun silam. Awalnya, lanjut Cacih, usaha serabi itu didirikan orang tuanya. Namun, sekarang usaha orang tuanya tersebut dilanjutkan ke keluarga.Mencicipi Sensasi Kuliner Ayam Panggang Rempah Khas IKN “Surabi Kunti ini berdiri sampai sekarang sudah berjalan 16 tahun. Saya mah nerusin, dulunya sama si emak. Kalau sekarang sama saya bukanya mulai pukul 19.00 WIB sampai pukul 03.00 WIB,” kata Cacih.
日本 最新ニュース, 日本 見出し
Similar News:他のニュース ソースから収集した、これに似たニュース記事を読むこともできます。
Jangan Khawatir, 2023 Tak Seseram BayanganSejumlah lembaga memproyeksi potensi resesi global di 2023, namun bagi Indonesia, menurut sejumlah pengamat, kondisi perekonomian tak akan seseram itu.
続きを読む »
Dokter Spesialis Anak Sebut Ice Smoke Jajanan Berbahaya, Kenapa ?Perkembangan kuliner saat ini terus berbenah dengan berbagai bentuk olahan kudapan kuliner yang memanjakan lidah penikmatnya.
続きを読む »
Udin Sedunia Muncul Lagi, Ngaku Sempat Divonis SakitLama tak muncul di televisi, Udin Sedunia ngaku pernah sakit hingga tak bisa datang ke Jakarta.
続きを読む »
Tak Dapat Pertandingan Gelar, Khamzat Chimaev Tak Masalah bagi Belal Muhammad - Bolasport.comBelal Muhammad, tak mempersalahkan jika tidak melawan Leon Edwards dalam pertandingan gelar UFC. Belal Muhammad sebelumnya terus getol menantang Leon Edwards sebagai lawan berikutnya
続きを読む »
11 Tahun Terbengkalai, Ini 7 Potret Terbaru Rumah Mewah Ibu Eny Usai DibersihkanKini, rumah Tiko dan Ibu Eny tak boleh dimasuki oleh warga yang tak berkepentingan.
続きを読む »
TKW di UEA 7 Tahun tak Digaji tak Diizinkan Pulang, Ini Respons Komnas HAM |Republika OnlineTKW Maryam binti Naspan tak digaji selama 7 tahun bekerja di UEA.
続きを読む »