Rapat antara Komisi IV DPR bersama Kementerian Pertanian (Kementan) di Jakarta kemarin (16/1) menyoroti kebijakan impor beras.
Pasalnya dari laporan Kementan, Indonesia surplus beras. Tetapi pada kenyataannya pemerintah melakukan impor beras dari luar negeri.
Dari tahun ke tahun, kondisi surplus beras mengalami penurunan yang signifikan. Sejak periode 2015, surplus beras paling besar ada di 2017 tercatat sebanyak 18,17 juta ton. Pada periode yang sama, impor beras paling banyak dilakukan pada 2018 sebanyak 2,25 juta ton. Sudin juga mengkritisi fenomena alih fungsi lahan yang terus terjadi setiap tahunnya. Khususnya alih fungsi lahan persawahan menjadi area perumahan atau hunian. Menurut dia alih fungsi tersebut membuat lahan pertanian menyusut. Dampaknya membuat produksi beras ikut berkurang.
日本 最新ニュース, 日本 見出し
Similar News:他のニュース ソースから収集した、これに似たニュース記事を読むこともできます。
Surplus Neraca Perdagangan RI Tembus Rp816,9 Triliun Sepanjang 2022Nilai surplus neraca dagang tersebut naik 51,1 persen jika dibandingkan dengan capaian surplus sepanjang 2021.
続きを読む »
DPR Tanya Kementan: Kalau Beras Surplus Kok Harus Ada impor?DPR melontarkan kritik pedas terkait kebijakan impor beras, padahal produksi beras mengalami surplus. Hal ini seolah membuktikan kinerja Kementan di 2022 ini buruk.
続きを読む »
DPR Soroti Data Produksi Beras: Surplus, Tapi Kok Impor?DPR mempertanyakan data produksi beras nasional yang menunjukkan surplus. Namun, di sisi lain Indonesia masih melakukan impor beras.
続きを読む »
Hari Ini, 56.000 Ton Kedelai Impor dari AS Masuk Lewat Pelabuhan Cigading BantenBapanas mengumumkan per hari ini, Ahad, 15 Januari 2023 akan datang sebanyak 55 ribu ton kedelai impor di Pelabuhan Cigading, Banten.
続きを読む »
Siap-siap, Hari Ini Indonesia Dibanjiri Kedelai Impor 56.000 TonKedelai impor asal Amerika Serikat (AS) akan tiba di Indonesia hari ini, Minggu (15/1/2023).
続きを読む »
Mendag Ultimatum Bulog, Impor Beras Harus Selesai Akhir JanuariMendag Zulkifli Hasan meminta Bulog agar bisa menyelesaikan impor beras 500.000 ton hingga akhir Januari 2023.
続きを読む »