Rusia sebut kekalahan Moskow di Ukraina dapat memicu perang nuklir.
REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN - Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara Jens Stoltenberg mengecam ancaman nuklir oleh Rusia, setelah mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev memperingatkan aliansi militer Barat itu bahwa kekalahan Moskow di Ukraina dapat memicu perang nuklir.
Baca Juga Stoltenberg menegaskan bahwa NATO akan terus mencermati apa yang dilakukan Rusia, dan bereaksi jika diperlukan. Sejak Rusia menginvasi Ukraina hampir setahun lalu pada 24 Februari, Medvedev berulang kali mengangkat ancaman serangan nuklir. "Negara-negara nuklir tidak pernah kalah dalam konflik besar yang menjadi sandaran nasib mereka," kata Medvedev, mantan presiden Rusia periode 2008-2012.
日本 最新ニュース, 日本 見出し
Similar News:他のニュース ソースから収集した、これに似たニュース記事を読むこともできます。
Sekjen NATO Janji Tak Akan Perangi Rusia: Kami Cuma Bantu UkrainaSekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyatakan bahwa aliansi itu tidak akan menjadi pihak tersendiri dalam perang Rusia-Ukraina.
続きを読む »
Bahas Koalisi, Sekjen PDIP Adakan Pertemuan dengan Sekjen PBBJelang Pemilu 2024, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Sekjen Partai Bulan Bintang Afriansyah Noor gelar pertemuan tertutup di Menteng, pada Rabu (25/1)
続きを読む »
Panas Hubungan Moskow - Baltik: Estonia dan Latvia Usir Dubes RusiaTensi diplomatik terjadi setelah Rusia menyebut pihaknya akan menurunkan hubungan dengan Estonia.
続きを読む »
Potret Terbaru Vladimir Putin di Tengah Isu Meninggal DuniaRumor meninggalnya Vladimir Putin muncul setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut Moskow mengalami kemunduran dalam peperangan.
続きを読む »
Tolak Klaim Rusia, IAEA Sebut Ukraina tak Simpan Senjata di PLTN |Republika OnlinePLTN Zaporizhzhia saat ini berada di bawah kendali Rusia.
続きを読む »
Diserang Rusia, Ukraina dapat Kiriman 237 Generator dari JepangDiserang Rusia, Ukraina dapat Kiriman 237 Generator dari Jepang TempoDunia
続きを読む »