Pusat Studi Gempa Bikin Peta Deagregasi untuk Perencanaan Infrastruktur TempoTekno
TEMPO.CO, Jakarta - Pusat Studi Gempa Nasional membuat peta deagregasi bahaya gempa Indonesia untuk perencanaan dan evaluasi infrastruktur tahan gempa. Menurut Ketua Tim Penyusun Muhammad Asrurifak, peta itu baru dibuat pertama kalinya di Indonesia. “Peta itu menggambarkan sumber-sumber gempa dominan di suatu wilayah,” katanya, Sabtu, 14 Januari 2023.Sumber data pada peta itu menggunakan peta ancaman bahaya gempa yang diluncurkan Pusgen pada 2017.
Pada berbagai jenis bangunan atau infrastruktur itu, digolongkan juga kekuatannya terhadap gempa dengan periode ulang tertentu dari minimal 100 hingga 10 ribu tahun. Untuk gedung, misalnya, memakai periode ulang sampai 2.500 tahun, jembatan 1.000 tahun, bendungan dan instalasi nuklir hingga 10 ribu tahun. “Karena bangunan itu sama sekali tidak boleh rusak kalau terjadi gempa besar,” ujarnya.
日本 最新ニュース, 日本 見出し
Similar News:他のニュース ソースから収集した、これに似たニュース記事を読むこともできます。
Studi Ungkap Anjing Dapat Memprediksi Gempa Bumi, Ini CaranyaBukti anekdotal menunjukkan anjing bertindak dengan cara tidak biasa sebelum gempa bumi terjadi. Betulkah anjing dapat memprediksi gempa bumi?
続きを読む »
Studi: Berkebun bisa bantu turunkan risiko kankerBerkebun dapat membantu mengurangi risiko kanker dan penyakit kronis lainnya pada populasi orang dewasa, demikian temuan sebuah studi dalam jurnal The Lancet ...
続きを読む »
Ancaman Bencana di Boyolali yang Perlu Diwaspadai: Banjir hingga Gempa BumiPeta mengenai bencana alam yang mengancam Boyolali.
続きを読む »
Karakteristik Benua Asia, Peta, Negara, dan Letak AstronomisBeberapa sumber mengatakan bahwa satu pertiga dari daratan yang ada pada Bumi diisi oleh benua satu ini. Berikut karakteristik Benua Asia, peta, iklim, negara-negara, dan letak sstronomisnya
続きを読む »
Kasus Covid di China sentuh angka 900 juta, menurut studi - BBC News IndonesiaJelang Tahun Baru China, kasus Covid di negara tersebut telah menyentuh angka 900 juta dan diperkirakan akan memuncak selama Imlek.
続きを読む »