Luqman Hakim yakin uji materi terkait sistem pemilu akan ditolak oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Ini alasannya
Bagikan A- A+ Bisnis.com, JAKARTA - Anggota DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Luqman Hakim cukup yakin uji materi atau judicial review terkait sistem pemilu akan ditolak oleh Mahkamah Konstitusi .
Luqman mencontohkan, pemohon meminta Pasal 420 UU 7/2017 huruf c diubah menjadi, “Hasil pembagian sebagaimana dimaksud pada huruf b diurutkan berdasarkan nomor urut.” Padahal naskah aslinya berbunyi, “Hasil pembagian sebagaimana dimaksud pada huruf b diurutkan berdasarkan jumlah nilai terbanyak." Oleh sebab itu, dia meyakini dengan keilmuan yang dimiliki para hakim MK, mereka akan menolak uji materi tersebut.
日本 最新ニュース, 日本 見出し
Similar News:他のニュース ソースから収集した、これに似たニュース記事を読むこともできます。
Ragu DPR Tolak Perppu Ciptaker, Sejumlah Pihak Siap Layangkan Gugatan ke MK |Republika OnlineSejumlah pihak siap untuk melayangkan gugatan terhadap Perppu Cipta Kerja ke MK.
続きを読む »
PKB Sragen Tolak Sistem Proporsional Tertutup, Ini Respons KPUPKB Sragen menolak usulan digunakannya kembali sistem proporsional tertutup dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2024. Jika usulan ini disetujui MK, PKB menilai terjadi kemunduran demokrasi.
続きを読む »
PKB Buka Layanan Pengaduan Perlindungan Anak dan Perempuan, Nihayatul: Korban Tidak Yakin Lapor ke PolisiPartai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendeklarasikan layanan pengaduan perlindungan anak dan perempuan. Pendeklarasian ini memungkinkan PKB dapat membantu korban kekerasan
続きを読む »
Sufmi: Pernyataan Pemilu Proporsional Tertutup hanya Peringatan karena Ada Gugatan | merdeka.comWakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan (Korekku) Sufmi Dasco Ahmad menilai pernyataan mengenai wacana sistem pemilu proporsional tertutup hanyalah peringatan dari KPU.
続きを読む »
8 Fraksi di DPR Tolak Pemilu Sistem Proporsional Tertutup yang Diusulkan PDIP8 fraksi di DPR tolak pemilu sistem proporsional tertutup yang diusulkan PDIP.
続きを読む »
Gugatan Pelacakan Lokasi Washington DC Selesai, Google Bayar Rp 147 Miliar |Republika OnlineMeski begitu, Google masih menyangkal melakukan kesalahan.
続きを読む »