Yuk simak Special Content edisi terbaru hari ini.
Liputan6.com, Jakarta - Beberapa pekan terakhir masyarakat dibuat resah oleh maraknya konten ngemis online dalam layanan live streaming di aplikasi TikTok. Cara tersebut diyakini dapat mendatangkan keuntungan dalam waktu yang cepat. Sebab mereka mendapatkan belas kasihan berupa hadiah dari para penonton.
Misalnya dengan memutilasi tubuhnya sendiri demi mendapatkan rasa iba dan simpati dari orang lain. Devie menyebut aktivitas meminta-minta merupakan bagian dari perilaku manusia. Bahkan di berbagai negara kegiatan meminta-minta di jalanan sudah menggunakan pembayaran secara digital. Karena hal itu, Devie meminta agar masyarakat sebagai target pemberi dapat memilah ketika memberikan bantuan. Misalnya kepada lembaga yang terpercaya, profesional, dan bisa mempertanggungjawabkan. Hal tersebut untuk memastikan tersalurkannya bantuan kepada orang yang benar membutuhkan.
2 dari 4 halamanManfaatkan Celah Fitur SaweranBerdasarkan laporan dari Hootsuite adanya peningkatan jumlah pengguna aktif media sosial di Indonesia yang mencapai 191 juta orang pada Januari 2022. Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 12,35 persen bila dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan peningkatan tersebut terus mengalami peningkatan setiap tahun sejak tahun 2014.
Edwin menilai para konten kreator Indonesia cukup kreatif untuk melihat segala hal atau peluang yang dapat menghasilkan cuan. Bahkan konten yang seringkali diunggah oleh para kreator tetap memiliki penikmat atau pangsa pasarnya sendiri. Menurut dia, media sosial berkembang lebih cepat dibandingkan dengan peraturan-peraturan yang ada. Sedangkan untuk pengaturan atau pengetatan sebuah platform sangat susah dilakukan. Sebab harus melalui persetujuan dari masing-masing negara. Kendati begitu, Edwin mengharapkan nantinya dalam perkembangan digitalisasi terdapat pengetatan atau aturan yang jelas.
Psikolog sosial, Joevarian Hudiyana menyatakan terdapat beberapa faktor yang melatarbelakangi adanya fenomena ngemis online. Pertama yaitu para pembuat konten berusaha untuk menampilkan sesuatu yang baru dan berbeda. Munculnya ide baru kata Jovarian merupakan sifat alamiah dari manusia. Kendati begitu, dia menegaskan jika empati merupakan faktor utama yang menjadikan konten tersebut muncul dan kontroversi. Sebab secara umum masyarakat ikut serta dalam sosial kontrol yang ada di media sosial.
"Mencegah adanya kegiatan mengemis baik secara offline dan/atau online di media sosial yang mengeksploitasi para lanjut usia, anak, penyandang disabilitas, dan/atau kelompok rentan lainnya," bunyi surat edaran tersebut.
日本 最新ニュース, 日本 見出し
Similar News:他のニュース ソースから収集した、これに似たニュース記事を読むこともできます。
Tegas! Kemenkominfo akan Take Down Konten Pengemis DaringKementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong mengatakan pihaknya sedang meminta platform digital untuk menghapus (take down) konten terkait mengemis daring.
続きを読む »
7 Keunikan Konten Bapak Bule yang Bisa Dipelajari Calon Konten KreatorDi segmen komedi, Bapak Bule adalah salah satu nama yang cukup melejit dan bisa dijadikan referensi bagi yang ingin menjadi konten kreator.
続きを読む »
Sekjen PPP Minta Pemerintah Tegas Atasi Dampak Negatif DigitalisasiSelain itu, Arwani menyoroti adanya fenomena pengemis online yang belakangan terjadi dan meresahkan publik.
続きを読む »
Fakta-Fakta Pengemis Online Mandi Lumpur: Raup Cuan Rp 700 Ribu Sehari hingga Dilarang Mensos RismaMedia sosial dihebohkan dengan nenek mandi lumpur. Simak beragam faktanya.
続きを読む »
Marak Konten Ngemis Online di TikTok, Christina Aryani Minta Kemenkominfo BertindakAnggota Komisi I DPR RI Christina Aryani minta Kemenkominfo bertindak atas maraknya konten ngemis online di TikTok yang meresahkan warganet.
続きを読む »
Anggota Komisi I DPR Minta Kominfo Blokir dan Hapus Konten Mengemis Online Mandi LumpurKominfo perlu melakukan tindakan tegas, sebab konten mengemis online sebagai sesuatu yang meresahkan masyarakat.
続きを読む »