Para mahasiswa dari universitas lokal di Provinsi Helmand mengutuk Pangeran Harry.
REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Para pengunjuk rasa di Afghanistan selatan pada Ahad menggelar protes terkait pengakuan Pangeran Harry yang membunuh 25 orang-orang dalam buku memoarnya. Harry mengaku telah membunuh 25 orang yang digambarkan sebagai pejuang Taliban, saat ditempatkan dengan pasukan Inggris di Afghanistan.
Para pengunjuk rasa membawa poster yang memperlihatkan potret Harry dengan tanda 'x' merah di atasnya. Seorang dosen di universitas tersebut, Sayed Ahmad Sayed, mengutuk Harry atas perannya dalam operasi militer Inggris di Afghanistan. Dalam buku memoarnya berjudul Spare, Harry mengatakan, dia membunuh 25 militan Taliban saat bertugas sebagai co-pilot helikopter Apache di Afghanistan pada 2012-2013.
日本 最新ニュース, 日本 見出し
Similar News:他のニュース ソースから収集した、これに似たニュース記事を読むこともできます。
Pangeran Harry Minta Meghan Markle Berdandan Sederhana saat Bertemu Raja CharlesDari pakaian, rambut, hingga rias wajah, Pangeran Harry meminta Meghan Markle berdandan seperti yang disukai Raja Charles.
続きを読む »
Pangeran Harry Tuding Kate Middleton Merasa Tersaingi Meghan Markle di Buku Autobiografi TerbaruPangeran Harry ikut mengungkap ketegangan hubungan antara Kate Middleton dan Meghan Markle dalam autobiografinya.
続きを読む »
Alasan Pangeran William dan Harry Alami Kebotakan dan Cara MencegahnyaMasalah kerontokan rambut ternyata sudah memengaruhi sejumlah besar pria di Inggris, tak terkecuali Pangeran William dan Harry
続きを読む »
Pangeran Harry Ungkap Bersama Kakaknya Minta Raja Charles III TIdak Nikahi Permaisuri CamillaPangeran Harry dan Pangeran William bertemu Camilla Parker Bowles setelah ayahnya, ngotot ingin meresmikan hubungan cinta itu.
続きを読む »
Pangeran Harry Mengaku Bunuh Warga Afghanistan, Taliban Murka: Mereka Bukan Bidak CaturDalam buku Spare oleh Pangeran Harry, ia mengaku telah membunuh 25 warga Afghanistan. Pengakuan yang membuat Taliban murka.
続きを読む »