Ikan ”segar” di daerah pesisir tidak lagi sesegar dahulu. Perubahan lingkungan menjadi penyebabnya.
Olahan ikan kakap merah yang diracik oleh Chef La Ode Saiful Rahman dalam kegiatan Green Ramadhan di Kelurahan Talia, Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu . Kegiatan yang diinisiasi oleh Perempuan Pesisir Sultra tersebut untuk mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan sekaligus peran perempuan.tidak tergantikan rasanya. Namun, lingkungan yang berubah membuat gurih dan manis ikan turut berkurang. Tidak hanya itu, nelayan juga melaut lebih jauh, membuat ikan tidak lagi segar saat tiba di piring.
Hal itu terjadi, ia menduga, karena ikan lajang yang ditangkap nelayan berada lebih lama di dalam boks. Setelah ditangkap, nelayan memasukkan ke penampungan di kapal sembari didinginkan dengan es.Chef La Ode Saiful Rahman mengolah ikan kakap merah di depan puluhan ibu-ibu peserta kegiatan Green Ramadhan, di Kelurahan Talia, Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu .
Menurut Chef Ode, hal itu bisa terjadi karena beberapa faktor. Di Wakatobi, laut masih cukup terjaga. Air di perairan yang terhubung dengan laut lepas juga masih cukup bersih. Serupa manusia membutuhkan udara segar, ikan juga membutuhkan air yang segar untuk hidup. Oleh sebab itu, semua pihak harus menjaga lingkungan. Ibu rumah tangga bisa memulai dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat. Selain itu, warga di pesisir benar-benar harus menjaga lingkungan dari limbah dan sampah.”Yang susah itu kalau limbah dari pertambangan, industri yang sekarang terjadi di perairan Sultra. Kita menghadapi tantangan yang berat,” ujarnya.