Ketua UMNO: Tak Ada Kesepakatan Rahasia Masuk Koalisi Anwar Ibrahim TempoDunia
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua UMNO Ahmad Zahid Hamidi menegaskan partainya tidak membuat kesepakatan rahasia dengan Pakatan Harapan yang dipimpin Anwar Ibrahim, terkait pembentukan pemerintahan paska-GE15 atau Pemilu Malaysia.Ketua Barisan Nasional itu mengatakan kerja sama UMNO dengan PH dalam membentuk Pemerintahan Persatuan didasarkan pada pemahaman awal di tingkat partai bahwa tidak ada koalisi yang dapat membentuk pemerintahan sendiri.
Keputusan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memasukkan Ahmad Zahid Hamidi ke dalam kabinet pemerintahan persatuannya sarat kontroversi. Sebabnya, Presiden UMNO itu masih terbelit kasus hukum.Anwar dianggap memberikan jabatan kepada Ahmad Zahid, yang juga pemimpin koalisi Barisan Nasional itu untuk stabilitas politik. Zahid ditunjuk sebagai wakil perdana menteri oleh Anwar, yang mengumumkan kabinetnya pada Jumat, 2 Desember 2022.
日本 最新ニュース, 日本 見出し
Similar News:他のニュース ソースから収集した、これに似たニュース記事を読むこともできます。
Anwar Ibrahim Punya Teman Setia saat Terbuang, Ini SosoknyaPerdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim mengenang peristiwa tahun 1998, ketika ia menjadi orang buangan politik.
続きを読む »
Intip Mimpi Besar Anwar Ibrahim Bawa Visi & Misi MalaysiaCNBC Indonesia melalui program Nation Hub berkesempatan mewawancarai Perdana Menteri Malaysia ke-10, Anwar Ibrahim pada Jumat, 13 Januari 2022 pukul 18.30 WIB.
続きを読む »
Anwar Ibrahim Bertemu Jokowi, DPR Ingatkan Komitmen Perlindungan PMIAnggota Komisi I DPR RI Christina Aryani meyakini, komitmen perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Malaysia akan lebih optimal.
続きを読む »
Malam Ini, Wawancara PM Malaysia: Belajar dari Keteguhan Anwar IbrahimPuncak perjalanan politik Anwar Ibrahim terjadi pada Oktober 2022 lalu ketika dirinya terpilih sebagai Perdana Menteri Malaysia. Apa saja kisah menarik dari kisah perjalanan serta visinya? Saksikan dalam WawancaraKhusus malam ini pukul 21.30 WIB!
続きを読む »
Eksklusif Anwar Ibrahim Bicara: Tentang RI & ke Mana MalaysiaBerikut perbincangannya dengan jurnalis CNBC Indonesia, CNN Indonesia dan Detik.com dengan Perdana Malaysia (PM) Anwar Ibrahim.
続きを読む »