Sejumlah akademisi angkat bicara terkait sistem Pemilihan Umum (Pemilu). Berlakunya sistem proporsional terbuka saat ini punya sejumlah kelebihan. Namun, pola keterbukaan yang berjalan pada Pemilu di Indonesia dipandang juga memiliki kekuranga.
PAKAR Hukum Tata Negara dari Universitas Andalas Feri Amsari mengatakan, sistem proporsional terbuka sudah ajeg, sehingga penerapannya tidak perlu diubah. Sistem itu sudah diterapkan dan teruji pada empat kali pesta demokrasi. ‘’Perubahan hanya akan menciptakan kebingungan baru,’’ terangnya kemarin .
Menurut dia, sistem proprosional terbuka sudah sesuai dengan Pasal 1 ayat UUD 1945 yang meletakkan kedaulatan berada di tangan rakyat. Sebab, sistem itu memberikan hak kepada pemilih menentukan perwakilannya sendiri. Terkait sikap PDI Perjuangan yang cenderung memilih sistem proporsional tertutup, Feri memiliki pandangan. Dia mengatakan, PDIP hanya mengkultuskan ketua partai sebagai penentu segala hal. ‘’Padahal konsep itu sudah harus ditinggalkan karena tidak sesuai UUD,’’ tegasnya.
Direktur Pusat Studi Konstitusi itu menyatakan, PDIP sebagai pemenang Pemilu harus siap menghadapi Pemilu yang terbuka untuk meyakinkan publik. Berbeda dengan Feri, Jimmy Z Usfunan, pakar hukum tata negara dari Universitas Udayana mengatakan, sistem proporsional terbuka dalam pileg setidaknya menimbulkan beberapa persoalan sosial.
Menurut dia, salah satu keresahan sosial tersebut terjadi lantaran tingginya surat suara tidak sah. Pada Pemilu 2019 lalu, tercatat 17.503.953 suara tidak sah untuk pemilu DPR. ‘’Dengan fenomena ini, maka akan memunculkan sikap apatisme masyarakat nantinya dalam memilih pada Pemilu 2024 yang akan datang,’’ tuturnya. Tidak hanya itu, kata Jimmy, dana besar yang dikeluarkan masing-masing caleg memunculkan ketegangan kompetisi. Bahkan berujung konflik dengan teman sendiri pada satu partai.
日本 最新ニュース, 日本 見出し
Similar News:他のニュース ソースから収集した、これに似たニュース記事を読むこともできます。
Ini Alasan Muhammadiyah Ingin Pemilu TertutupSistem pemilu proporsional terbuka memiliki banyak kekurangan sehingga mengusulkan diganti ke sistem proporsional tertutup.
続きを読む »
Polemik Sistem Pemilu, Ini Beda Proporsional Terbuka dan TertutupPerubahan sistem pemilu proporsional terbuka menjadi sistem proporsional tertutup kini tengah menjadi polemik.
続きを読む »
KPU Kaji Pelaksanaan Pemilu Proporsional TertutupKPU telah mengkaji perbedaan pelaksanaan pemilu dengan sistem proporsional terbuka dengan sistem proporsional tertutup.
続きを読む »
Wacana Pemilu Proporsional Tertutup, Ketua KPU: Sudah Ada KajianWacana Pemilu Legislatif (Pileg) 2024 kembali ke sistem proporsional tertutup memantik perdebatan. Banyak kritik bermunculan.
続きを読む »
Khalid Akbar Sentil Fahri Hamzah soal Sistem Proporsional TertutupKhalid Akbar Sentil Fahri Hamzah soal Sistem Proporsional Tertutup sistemproporsionaltertutup
続きを読む »
Kenapa Sistem Proporsional Terbuka Lebih DemokratisProblem demokrasi kita adalah kartel politik dan klientelisme, serta lemahnya partai menjaring calon anggota legislatif yang akan menegakkan visi dan misi partai di lembaga-lembaga perwakilan. KoranTempo
続きを読む »