Jajak Pendapat Litbang “Kompas”: Resistensi Publik terhadap Tapera Terbilang Tinggi

Perumahan ニュース

Jajak Pendapat Litbang “Kompas”: Resistensi Publik terhadap Tapera Terbilang Tinggi
Jajak Pendapat Litbang KompasTabungan Perumahan RakyatTapera
  • 📰 hariankompas
  • ⏱ Reading Time:
  • 53 sec. here
  • 6 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 38%
  • Publisher: 70%

Respons negatif masyarakat terhadap kebijakan Tapera terlihat dari hasil jajak pendapat Litbang ”Kompas”.

Suasana saat massa buruh dari berbagai elemen serikat buruh melakukan demonstrasi menolak program Tabungan Perumahan Rakyat di Kawasan Patung Arjuna Wijaya, Jakarta, Kamis . Aksi ratusan buruh menolak Tapera ini karena menjadi beban para pekerja, terutama bagi golongan pekerja yang berpenghasilan rendah. Dengan adanya pemotongan upah untuk iuran Tapera akan membebani pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari masyarakat.

Bagi yang menyatakan sejutu, terdapat pertanyaan lanjutan terkait alasan utama mereka menyetujui kebijakan itu. Hal yang menjadi alasan utama para responden yang bersepakat adalah membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar bisa memiliki rumah. Alasan demikian dinyatakan oleh 59,6 responden. Bila diakumulasikankan dari dua sikap penolakan responden tersebut, terdapat 55,1 persen masyarakat yang menolak skema bantuan perumahan itu. Angka ini mengindikasikan bentuk resistensi yang terbilang cukup tinggi.adalah terkait potongan gaji 2,5 persen per bulan. Sebesar 52,8 persen responden merasa iuran wajib bulanan yang diambil dari upah itu dirasa memberatkan.

Padahal, dari sisi penentuan batas harga jual rumah umum tapak terdapat keberagaman sesuai dengan wilayah masing-masing. Misalnya, di Pulau Jawa kecuali Jabodetabek muncul angka Rp 150,5 juta per unit rumah tapak. Kemudian untuk wilayah Papua dan Papua Barat diperkirakan sekitar Rp 219 juta. Patokan tersebut tertuang pada Keputusan Menteri PUPR Nomor 995 Tahun 2021.

このニュースをすぐに読めるように要約しました。ニュースに興味がある場合は、ここで全文を読むことができます。 続きを読む:

hariankompas /  🏆 8. in İD

Jajak Pendapat Litbang Kompas Tabungan Perumahan Rakyat Tapera Tapera Memberatkan Pekerja

日本 最新ニュース, 日本 見出し

Similar News:他のニュース ソースから収集した、これに似たニュース記事を読むこともできます。

Jajak Pendapat 'Kompas': Sengketa Pileg Kalah Populer dari PilpresJajak Pendapat 'Kompas': Sengketa Pileg Kalah Populer dari PilpresDi tengah minimnya perhatian, publik masih meyakini MK akan menghasilkan putusan yang adil terkait sengketa hasil pileg.
続きを読む »

Jajak Pendapat 'Kompas': Publik Minta DPR-Pemerintah Libatkan Masyarakat Sipil Saat Revisi UU MKJajak Pendapat 'Kompas': Publik Minta DPR-Pemerintah Libatkan Masyarakat Sipil Saat Revisi UU MKJajak pendapat 'Kompas' menunjukkan penilaian mayoritas publik yang menghendaki revisi UU MK melibatkan masyarakat.
続きを読む »

Gaji Makin Tipis Dipotong Tapera, Lalu Karyawan Dapat Apa?Gaji Makin Tipis Dipotong Tapera, Lalu Karyawan Dapat Apa?pengertian simpanan tabungan perumahan rakyat (Tapera) dan pengelolaan hingga manfaat Tapera
続きを読む »

BP Tapera Buka Suara soal Gaji Karyawan Dipotong Buat IuranBP Tapera Buka Suara soal Gaji Karyawan Dipotong Buat IuranBadan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) buka suara, soal aturan kewajiban iuran Tapera bagi karyawan.
続きを読む »

12 Dasar Hukum Pengelolaan Iuran Tapera yang Potong Gaji Karyawan, Salah Satunya Sesuai Keadilan12 Dasar Hukum Pengelolaan Iuran Tapera yang Potong Gaji Karyawan, Salah Satunya Sesuai KeadilanDalam laman resmi Tapera, tercatat bahwa 3 menteri Presiden Jokowi juga menjabat sebagai anggota Komite Tapera.
続きを読む »

Gaji Dipotong Iuran Tapera tapi Sudah Punya Rumah, Duitnya untuk Apa?Gaji Dipotong Iuran Tapera tapi Sudah Punya Rumah, Duitnya untuk Apa?Pemerintah melalui BP Tapera resmi menerapkan kebijakan kewajiban potongan iuran Tapera untuk semua pekerja.
続きを読む »



Render Time: 2025-02-26 16:24:44