Inflasi dan Suku Bunga Jadi Penyebab Perlambatan Ekonomi Global di 2023
Reporter :Indrawati membeberkan beberapa hal yang menyebabkan perlambatan ekonomi global. Termasuk, adanya penyesuaian suku bunga, inflasi, hingga kenaikan harga komoditas global.
Sebut saja, Amerika Serikat yang mencatatkan inflasi sebesar 7,1 persen, Eropa alami inflasi sebesar 2,5 persen, kemudian, India pun mencatatkan inflasi 5,9 persen. Tingginya inflasi ini direspons dengan penguatan suku bunga, dan berbagai pengetatan lainnya. "Ini juga revisi yang cukup tajam dari tadinya prediksi bahwa tahun 2023 adalah perekonomian akan tumbuh 3,8 persen secara dunia kemudian direvisi ke bawah menjadi 3,6 persen, 2,9 persen dan ke 2,7 persen," bebernya.
Sementara itu, ekonomi Amerika Serikat diperkirakan tumbuh sekitar 1,6 di 2022 dan diprediksi tumbuh 1 persen. Bahkan ada prediksi ekonomi AS akan melemah di awal tahun ini."Masih ada prediksi bahwa terjadi kemungkinan negatif growth pada 1 atau 2 kuartal ada tahun 2023 ini," kata dia."Eropa mengalami penurunan yang sangat dramatis yaitu tahun 2022 dari 5,2 persen di tahun lalu ke 3,1 dan tahun depan diperkirakan hanya tumbuh tipis atau bahkan masuk resesi," imbuhnya.
日本 最新ニュース, 日本 見出し
Similar News:他のニュース ソースから収集した、これに似たニュース記事を読むこともできます。
BPS: Inflasi Desember 2022 5,51 PersenBadan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa tingkat inflasi tahunan Indonesia pada Desember 2022 adalah 5,51 persen. Angka itu sekaligus merepresentasikan tingkat inflasi sepanjang tahun kalender 2022. Sedangkan secara bulanan, inflasi Desember lalu mencapai 0,66 persen, naik dari 0,03 persen pada bulan November. Kenaikan tingkat inflasi ini tidak terlepas dari peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) di seluruh 90 kota yang dipantau BPS. Secara nasional, BPS mencatat bahwa IHK bulan lalu adalah sebesar 113,59. Kelompok pengeluaran transportasi menjadi faktor pemengaruh dominan inflasi bulan lalu. Dengan IHK sebesar 120,61, kelompok ini memberi andil inflasi tahunan 1,84 persen dan andil inflasi bulanan 0,06 persen. Kenaikan harga BBM pada September 2022 masih memberi pengaruh bagi inflasi kelompok pengeluaran ini. Kelompok pengeluaran lain yang memberi andil terbesar terhadap inflasi bulan lalu adalah makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok ini mencatatkan IHK sebesar 113,59, dan andil inflasi tahunan 1,51 persen, serta andil inflasi bulanan 0,40 persen. Apabila dilihat sepanjang tahun, tingkat inflasi di 2022 telah melampaui inflasi pada tahun 2020 dan 2021, seperti tampak pada diagram IHK di atas. Hal ini menjadi salah satu tanda bahwa daya beli masyarakat mulai meningkat menyusul pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) yang perlahan mereda. Namun perlu diketahui, terdapat pula beberapa momen penting yang turut mempengaruhi pergerakan tingkat inflasi Indonesia tahun lalu, seperti konflik Rusia-Ukraina, kenaikan harga minyak goreng, kenaikan harga BBM, Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru, serta musim liburan sekolah. Di sisi lain, BPS menyebut bahwa tingkat inflasi tahun lalu merupakan yang terkuat sejak tahun 2008.
続きを読む »
Suku Bunga Tinggi, Pengusaha Minta Insentif KUR Bagi UMKMSuku Bunga Tinggi, Pengusaha Minta Insentif KUR Bagi UMKM
続きを読む »
Senada dengan Lagarde, Pejabat ECB Ini Sebut Suku Bunga Masih Perlu Naik Tahun IniAnggota Dewan Pengendali ECB Joachim Nagel mengatakan masih banyak hal yang harus dilakukan agar inflasi dapat kembali turun ke target 2 persen.
続きを読む »
Pintu Academy: The Fed Tetap Pertahankan Kenaikan Suku Bunga |Republika OnlineKondisi ekonomi secara makro masih memiliki tantangan.
続きを読む »
Rekor IHSG Patah Usai 21 Tahun, Apakah Ada January Effect 2023?Peluang January Effect pada IHSG dibayangi oleh sentimen global setelah sentimen kenaikan suku bunga.
続きを読む »
Pemprov Kalteng Beberkan Jurus Turunkan Angka Inflasi Jadi 6,32%Angka inflasi di Kalteng turun pada bulan Desember 2022 yaitu 6,32 persen (yoy) dan menduduki peringkat sembilan secara nasional.
続きを読む »