Masyarakat adat Dayak Iban Sungai Utik di Kapuas Hulu, Kalbar, bersama sejumlah pihak akan menggelar Festival Rimba Sungai Utik. Festival itu, antara lain, bertujuan mengampanyekan pentingnya pengakuan hutan adat. Nusantara AdadiKompas
Generasi muda di Rumah Panjang Dayak Iban Sungai Utik, Desa Batu Lintang, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, sedang menari penyambutan tamu dalam sebuah acara pada Januari 2022.
”Festival ini tidak hanya menyajikan serangkaian pertunjukan, tetapi juga mengangkat kepedulian terhadap pelestarian hutan Kalimantan,” kata Ketua Serakop Iban Perbatasan Herkulanus Sutomo Manna, Jumat . Serakop Iban Perbatasan merupakan lembaga yang melakukan pemberdayaan masyarakat adat, terutama Dayak Iban.
Itulah kenapa, Sutomo memaparkan, festival tersebut tidak hanya dihadiri masyarakat adat di sekitar Sungai Utik, tetapi juga dari sejumlah wilayah lain. Hal ini agar masyarakat adat dari wilayah lain bisa belajar mengenai pentingnya pengakuan hutan adat. Selain itu, mereka juga bisa belajar tentang pengembangan pariwisata dan sekolah adat, seperti yang dilakukan di Sungai Utik.
”Sesungguhnya kegiatan ini merupakan kegiatan masyarakat yang kami dukung bersama sejumlah pihak,” ujar Sutomo.Lokakarya yang diikuti generasi muda yang dilaksanakan di Sungai Utik, Desa Batu Lintang, Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, ”Kami juga menghadirkan musisi nasional yang menjadi simbol pelestarian alam. Kemudian, ada pemutaran film mengenai masyarakat adat dan pelestarian lingkungan. Ada juga pameran produk kerajinan dan foto karya fotografer yang pernah ke Sungai Utik,” ujar Anjela.Salah satu penenun di Rumah Panjang Dayak Iban Sungai Utik di Desa Batu Lintang, Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, sedang menenun, Senin .
Kegiatan lain dalam festival itu adalah menjelajah hutan. Program ini ditawarkan kepada pengunjung yang ingin mengetahui secara langsung bagaimana kehidupan masyarakat adat dalam memelihara hutannya. Pengunjung bisa melakukan perjalanan ke pondok hutan melalui susur sungai serta menyusuri hutan dengan berjalan kaki.KOMPAS/EMANUEL EDI SAPUTRA
日本 最新ニュース, 日本 見出し
Similar News:他のニュース ソースから収集した、これに似たニュース記事を読むこともできます。
Asa Warga Grobogan Berebut Setetes Air Asin dari Sungai yang Mengering dampak Kemarau PanjangKrisis air dampak kemarau melanda enam dusun di Desa Geyer, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah hampir dua bulan terakhir.
続きを読む »
Dua Bocah Perempuan di Karawang Tenggelam di Sungai KalimalangDUA bocah perempuan asal Karawang tenggelam di saluran sungai Kalimalang Kabupaten Karawang. Keduanya tenggelam saat mandi di sungai setelah merayakan hari ulang tahun salah satu korban.
続きを読む »
Tur di 9 Kota, Pentas Seni Muslim Xinjiang Semarakkan Festival HijriahFestival Hijriah ini juga dimeriahkan dengan penampilan parade seni dan budaya dari Muslim Xinjiang oleh kelompok seni Art Troupe Performance.
続きを読む »
Presiden jajan gulali bersama menteri dan gubernur di Festival TabutPresiden RI Joko Widodo menyempatkan diri membeli gulali untuk para menteri serta Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang mendampinginya menyambangi Festival ...
続きを読む »