Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mempertanyakan negara-negara Barat yang mengagungkan kebebasan pers. Tapi, negara-negara itu pula yang mencontohkan pengekangan dalam berpendapat.
"Mereka yang menuduh Turki melakukan penyensoran tetap diam melihat mereka yang melakukan penyensoran nyata. Kami melihat standar ganda yang sama dalam kasus perusahaan media sosial, yang baru-baru ini diambil alih itu," kata dia dilansir dari Anadolu Agency, Kamis .
"Dengan siapa platform media sosial ini, yang konon tidak pernah berkompromi dengan kebebasan dan privasi pribadi. Tapi menyensor orang dan ide yang tidak disukainya terungkap satu per satu," imbuh dia.
日本 最新ニュース, 日本 見出し
Similar News:他のニュース ソースから収集した、これに似たニュース記事を読むこともできます。
Dijampi-jampi Erdogan? Inflasi Turki Melambat 64%Inflasi Turki menunjukkan penurunan tajam pada Desember 2022.
続きを読む »
Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Guncang Papua Barat |Republika OnlineGempa bumi terjadi 16 kilometer barat daya Teluk Wondama, Papua Barat.
続きを読む »
Soal Reshuffle Kabinet, Johnny G Plate: Jangan Sampai Ada Presiden-Presiden Mendadak di Republik IniMenurut Sekjen NasDem sekaligus Menkominfo Johnny G. Plate, isu perombakan kabinet hanya akan menjadi diskursus politik yang tidak bermanfaat.
続きを読む »
Presiden Jokowi Sudah Tanda Tangan Keppres Naturalisasi Shayne PattynamaPresiden Republik Indonesia, Joko Widodo, telah menandatangani Surat Keputusan Presiden pemberian kewarganegaraan Indonesia untuk Shayne Pattynama.
続きを読む »
Inflasi Turki Desember 2022 Sentuh 64,3 Persen, Terendah Sejak MaretLaju inflasi Turki melambat paling tajam sejak lebih dari 25 tahun terakhir.
続きを読む »
Turun Drastis, Inflasi Turki Desember 2022 'Hanya' 64,27 Persen |Republika OnlineInflasi Turki pada Desember 2022 turun drastis.
続きを読む »