Dekan FH Unud Kritik Sistem Pileg 2024, Picu Biaya Tinggi, Sentil Kualitas Caleg Terpilih FHUnud
bali.jpnn.com, DENPASAR - Dekan Fakultas Hukum Universitas Udayana Bali Putu Gede Arya Sumertha Yasa mengatakan penerapan sistem proporsional terbuka dalam pemilihan legislatif 2024 memicu biaya politik yang tinggi.
“Ironisnya, dari pemilu ke pemilu, biaya politik yang dikeluarkan caleg semakin mahal," kata Putu Gede Arya Sumertha Yasa.
日本 最新ニュース, 日本 見出し
Similar News:他のニュース ソースから収集した、これに似たニュース記事を読むこともできます。
Muhammadiyah: KPU Harus Jamin Pemilu Diselenggarakan 14 Februari 2024Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir meminta kepada KPU menjamin Pemilu 2024 digelar sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan yakni 14 Februari 2024.
続きを読む »
KPU Sowan ke PBNU, Minta Dukungan Sukseskan Pemilu 2024 | merdeka.comKPU menyebut banyak kader NU yang menjadi tokoh politik dan aktivis. KPU berharap para kader NU tersebut pengaruh baik bagi para peserta Pemilu.
続きを読む »
Begini Kerawanan Pemilu 2024 Sesuai Kajian BawasluHasil kajian Bawaslu menunjukkan tingkat kerawanan tertinggi pada Pemilu 2024 berada di DKI Jakarta. Berbeda pada Pemilu 2019, tingkat kerawanan tertinggi justru berada di Papua Barat. KoranTempo
続きを読む »
Suara Islam Politik dan Kelompok 212 dalam Pemilu 2024Lama sudah gerakan politik berbasis agama, seperti Islam politik, berdiam dan lesu setelah menunjukkan tanda-tanda menguat pada 2016-2017. KoranTempo
続きを読む »
KPU Kunjungi Kantor PBNU Audiensi Pemilu 2024Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan audiensi dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
続きを読む »