Masih banyak eksportir yang masih memarkirkan dana mereka di luar negeri.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengeluarkan kebijakan tambahan dalam perubahan atau revisi Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2019 tentang Devisa Hasil Ekspor yang menambahkan daftar sektor usaha yang wajib DHE di dalam negeri, salah satunya adalah manufaktur.
“Karena selama ini masih banyak eksportir yang memarkirkan dananya di luar negeri. Belum lagi, ternyata pertumbuhan cadangan devisa kita tidak sebanding dengan pertumbuhan neraca perdagangan,” ucapnya. Lebih jauh Putri, langkah mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga sebagai antisipasi terjadinya pelemahan ekonomi global di tahun ini, setelah para pakar ekonomi memprediksikan tahun 2023 ini akan menjadi tahun gelap bagi hampir semua negara, terkhusus negara-negara barat.
日本 最新ニュース, 日本 見出し
Similar News:他のニュース ソースから収集した、これに似たニュース記事を読むこともできます。
Elma Theana Sebut Ferry Irawan Masih Cinta Venna Melinda: Masih Ingin Kembali - Pikiran-Rakyat.comElma Theana mengungkap fakta lain terkait kasus KDRT yang menimpa Venna Melinda, dia menyebut, Ferry Irawan masih mencintai sang istri.
続きを読む »
Dolar Eksportir Akan Ditahan Lebih Lama, RI Untung Berapa?Pemerintah akan meminta eksportir menahan Devisa Hasil Ekspor (DHE) di perbankan domestik.
続きを読む »
Pak Jokowi, Eksportir Wajib Tukar Dolar ke Rupiah Dong!Ekonom meminta Presiden Joko Widodo tidak hanya mewajibkan eksportir memarkirkan dolar hasil ekspornya, tetapi menukarkannya ke rupiah.
続きを読む »
Zulhas Sebut Ada 40 Industri Baja Dalam Negeri Nakal! |Republika OnlineAda 40 industri baja yang nakal karena memproduksi produk tidak sesuai SNI.
続きを読む »