Abu Quta tidak menyangka, rumah tempat berlindungnya akan menjadi sasaran serangan Israel.
Peringatan evakuasi datang tak lama setelah gelap. Kemudian militer Israel melepaskan tembakan tidak jauh dari rumah Nasser Abu Quta di Jalur Gaza Selatan. Abu Quta, 57 tahun, mengira dia dan keluarga besarnya akan aman.
Serangan udara di Rafah, sebuah kota di selatan perbatasan dengan Mesir, terjadi ketika pasukan Israel mengintensifkan pemboman mereka terhadap sasaran di Jalur Gaza menyusul serangan besar multi-front oleh militan Hamas pada hari Sabtu yang telah menewaskan lebih dari 700 orang di Israel pada hari Minggu malam.
Namun Abu Quta tidak mengerti mengapa Israel menyerang rumahnya. “Tidak ada militan di Gedung ini,” tegasnya.
日本 最新ニュース, 日本 見出し
Similar News:他のニュース ソースから収集した、これに似たニュース記事を読むこともできます。
Perang Israel Vs Hamas Tewaskan 201 Orang, Beredar Kabar Penculikan Warga Israel hingga Serangan Darat MilitanSetidaknya 22 orang tewas di Israel setelah serangan mendadak besar yang dilakukan militan yang menyeberang ke Israel dari Gaza saat terjadi serangan roket besar-besaran.
続きを読む »
5 Hal Penting terkait Serangan Mematikan Hamas terhadap IsraelPenguasa militan Hamas di Gaza secara mendadak pada Sabtu (7/10), menggempur Israel dari berbagai penjuru, baik udara, darat maupun laut. Jutaan warga Israel di bagian selatan negara itu terbangun karena suara roket dan dentuman yang tak terhindarkan. Sirene serangan udara meraung-raung hingga...
続きを読む »
Eskalasi Besar-besaran dalam Sejarah, Serangan Hamas di Israel Tewaskan 300 OrangPasukan Pertahanan Israel terlibat dalam eskalasi besar-besaran dengan Hamas, pada Sabtu malam, 7 Oktober 2023. Dalam serangan tersebut, banyak warga Israel terbunuh.
続きを読む »