Terlebih bukan lagi cuma bully secara verbal, namun sudah mengarah ke tindakan kriminal.
Melihat fenomena tersebut, Pengamat Sosial dari Universitas Indonesia, Devie Rahmawati menyebut itu adalah salah satu faktor jika anak-anak tidak mendapatkan pengakuan dan perhatian ketika sedang di fase pencarian jati diri.
Menurut Devie, rasio untuk berpikir jernih seseorang baru optimal di usia 24 tahun, tak heran kemudian jika anak-anak bahkan remaja menghadapi dinamika persoalan menggunakan emosinya sendiri, yang kemudian menjadi 'sopir' diri mereka. Di samping itu, Devie menegaskan, sistem pendidikan Indonesia saat 30-40 tahun lalu juga berpengaruh terhadap anak-anak di zaman ini, sebab dahulu mereka tidak disediakan fasilitas untuk menunjukkan pengakuan dan perhatiannya.
日本 最新ニュース, 日本 見出し
Similar News:他のニュース ソースから収集した、これに似たニュース記事を読むこともできます。
Ketua KUKMI Sebut Pemerintah Gagap Mengurai Masalah UKMKetua KUKMI Yudianto Tri menilai pemerintah gagap dalam memutuskan dan membuat kebijakan karena belum mengetahui masalah utama persoalan UKM.
続きを読む »
Cak Imin Tanggapi Maraknya Kasus Perundungan Anak di SekolahTanggapi soal perundungan politisi PKB, Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin mengatakan sangat prihatin dengan peristiwa kekerasan terjadi di sekolah.
続きを読む »
Banyak Toko di PTM Bengkulu Tutup Akibat Maraknya Penjualan 'Online'Bahkan pemilik sampai menjual dan menyewakan toko mereka yang ada di dalam Pasar Tradisional Modern (PTM) Kota Bengkulu tersebut.
続きを読む »
Penyebaran Hoaks Makin Marak Akibat Kecenderungan Orang Gemar Meneruskan InformasiMaraknya penyebaran hoaks salah satu alasannya adalah kegemaran masyarakat untuk langsung meneruskan informasi yang diterima.
続きを読む »
Antisipasi Kekerasan di Kalangan Pelajar, Faisol Riza : Guru Harus Memberikan Perhatian LebihUntuk mengantisipasi maraknya aksi kekerasan di kalangan pelajar, Ketua komisi VI DPR RI menggelar Tlak Show Pendidikan yang diselenggarakan langsung oleh MKKS SMP swasta se Kabupaten Probolinggo.
続きを読む »