Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan (PPK) Direktorat Jenderal (Dirjen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ...
Wakatobi - Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bersama Suku Bajau Wakatobi Sulawesi Tenggara melaksanakan deklarasi dan mengeluarkan tiga poin perlindungan dan pengelolaan cagar biosfer.
Abdul Manan mengungkapkan bahwa Suku Bajau akan mengambil peran utama dalam kerjasama atau kolaborasi multi-pihak untuk memberi kontribusi lebih terhadap sumber daya perikanan kelautan dan pariwisata.Adapun tiga poin isi deklarasi masyarakat Suku Bajau di Wakatobi, yaitu:1.
日本 最新ニュース, 日本 見出し
Similar News:他のニュース ソースから収集した、これに似たニュース記事を読むこともできます。
Kemendikbudristek gelar tur gerakan Cipta Kawasan Pemajuan KebudayaanKementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan menggelar kegiatan walking tour bertajuk ...
続きを読む »
Kemendikbudristek dukung upaya percepatan penetapan hutan adatKementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan turut mendukung upaya mempercepat penetapan ...
続きを読む »
Indonesia Terima Sertifikat Inskripsi Warisan Budaya Dunia dari UNESCOIndonesia menerima dua inskripsi UNESCO untuk sektor kebudayaan, penghargaan atas upaya Indonesia melestarikan dan memajukan kebudayaan.
続きを読む »
Peran Kelembagaan Jadi Kunci untuk Jawab Tantangan Masa Depan Kebudayaan IndonesiaKelembagaan seperti Kementerian Kebudayaan dipandang sangat penting untuk memperkuat fungsi kebudayaan secara substansial
続きを読む »
Penandatanganan Kontrak Penyedia Jasa Konstruksi Museum dan Penataan Lingkungan KCBN Muara Jambi, Dirjen Kebudayaan Minta Kerja dengan Hati!Direktorat Jenderal Kebudayaan akan melakukan konstruksi fisik pembangunan museum serta konstruksi fisik penataan lingkungan KCBN Jambi
続きを読む »
Masjid Kampung Airmata, Masjid Tertua di Kupang dengan Simbol TirosaTiga susun atap Masjid Kampung Airmata melambangkan tiga suku besar yang mendiami Kota Kupang saat itu yakni Suku Timor, Suku Rote, dan Suku Sabu (Tirosa).
続きを読む »